Manfaat Meditasi dapat dibuktikan secara Ilmiah

Jika beberapa waktu yang lalu, masyarakat pernah menganggap meditasi sebagai ilmu ghaib yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun belakangan berdasarkan hasil riset, aktivitas itu mengandung unsur ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lantaran dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah itu dan bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani, pada masa modern sekarang ini banyak orang yang tertarik melakukan praktik meditasi.


Dengan menggunakan mesin pendeteksi otak, Richard Davidson dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat (AS), berhasil membuktikan meditasi bisa membuat aktivitas otak prefrontal bergeser korteks bergeser dari sebelah kanan ke sebelah kiri.


Berdasarkan penelitian itu pula diketahui bermeditasi secara teratur akan mengubah pemikiran dari yang sifatnya penentangan yang kerap menimbulkan stres, menjadi penerimaan yang menimbulkan sifat puas.

Davidson menganalisis pula bahwa orang yang memiliki sifat negatif cenderung menggunakan bagian otak prefrontal kanan. Sedangkan otak prefrontal kiri lebih banyak berhubungan dengan perasaan antusiasme, ketertarikan, rileks, serta nilai-nilai positif lainnya.


Kebenaran ilmiah atas meditasi juga bisa dibuktikan melalui riset yang dilakukan di pusat rehabiitasi Kings Country, dekat Seattle, AS. Penelitian melibatkan beberapa pengguna obat bius yang akhirnya sembuh setelah menjalani terapi meditasi. Para penghuni panti rehabilitasi itu diajari berlatih meditasi selama 11 jam setiap harinya. Hasilnya, sekitar 75% orang yang dilatih meditasi bisa keluar dari panti rehabilitasi.

Penelitian lain mengenai manfaat meditasi dilakukan oleh Herbert Benson, seorang profesor medik di Harvard Medical School pada 1967. Benson mengajak 36 orang untuk bermeditasi di laboraturiumnya.


Hasil penelitian mengemukakan orang-orang yang menjalani meditasi itu memiliki denyut jantung yang lebih rendah ketimbang denyut jantung mereka yang tidak bermeditasi. Selain itu, oksigen yang dihirup orang-orang yang bermeditasi 17 % lebih sedikit dibanding orang-orang yang tidak bermeditasi.


Sumber : Koran Jakarta Kamis,12 November 2009 halaman 19

Read Users' Comments (0)

Berbohong


Seberapa sering kita berbohong? Yang pasti semua orang tentunya pernah berbohong. Hal itu bahkan dilakukan sepanjang waktu. Perilaku ini, walaupun sedikit dilakukan pasti dapat menimbulkan masalah, lalu mengapa kita tetap saja berbohong?

Perilaku berbohong seperti sudah menjadi bagian dari diri setiap orang, melebur ke dalam diri. Bahkan tanpa disadari saat percakapan kita sering berbohong. Kita selalu berusaha agar selau terlihat baik dari sisi manapun di hadapan oranglain. Hal ini ada kaitannya dengan istilah self-esteem atau harga diri.

Jika seseorang merasa terancam harga dirinya maka dengan spontan orang akan berbohong atau bersilat lidah, mengelabui sedikit demi sedikit lawan bicaranya sampai kepada tingkat kebohongan yang lebih tinggi.

Tidak semua kebohongan yang kita lakukan berbahaya. Kadangkala berbohong merupakan pendekatan terbaik untuk melindungi kerahasiaan kita dari kedengkian pihak-pihak lain.

Sejumlah peneliti mengatakan beberapa bentuk kebohongan, seperti membual dan memberi keterangan palsu atasnama kebijaksanaan dan kesopanan, digolongkan sebagai bentuk kebohongan yang tidak terlalu serius. Tetap jika kebohongan itu bertujuan menghilangkan kebenaran dan mengarang sesuatu untuk merusak dan menyerang seseorang demi kepentingan pribadi, hal itu menjadi berbahaya. Kepercayaan serta kedekatan yang sudah dibangun dalam lingkungan pun akan rusak seketika.

Apakah berbohong mempermainkan diri sendiri?

Biasanya hewan melakukan tipu muslihat atau dengan sengaja menyesatkan ihak lawannya atau untuk berlindung dari predator/pemangsa. Tetapi, hanya manusia yang dengan lengkap mampu menipu diri sendiri sekaligus oranglain. Semua orang sibuk mengatur bagaimana mereka bisa terlihat baik di mata oranglain, agar dapat diterima di lingkungan yang di inginkan. Bahkan, terkadang mereka tidak mampu memisahkan mana yang merupakan kebenaran mana yang bukan.

Biasanya, kita berusaha untuk tidak memberikan kesan kepada oranglain, tetapi justru berusaha memelihara pandangan diri sendiri agar konsisten dengan apa yang semestinya oranglain harapkan. Semua orang selalu ingin diterima di dalam suatu lingkungan, hal ini dilakukan untuk membuat situasi lebih mudah dan nyaman dalam bersosialisasi, menghindari kalimat yang tidak diinginkan dari lawan bicara dan untuk menghindari keselisihan atau kesalahpahaman. Di dalam penelitian teori psikososial disebutkan bahwa manusia adalah bunglon sosial/ social chamelleon.

Kebohongan yang dilakukan oleh para pria tidak lebih dari pada wanita. Para pria cenderung berbohong agar dirinya terlihat lebih baik, sedangkan wanita umumnya berbohong agar orang lain merasa lebih baik.
Bagaimana cara mendeteksi kebohongan?

Anda, seringkali tidak tahu apakah lawa bicara anda berbohong ketika berbicara. Orang yang sedang berbohong dapat di deteksi dengan tanda-tanda berikut :

Menggaruk hidung
Saat berbohong tisu-tisu erektil yang ada pada hidung akan dipenuhi darah hingga membesar (dikenal juga dengan nama ”kesan pinokio”). Jadi jika seseorang yang sedang mengobrol dengan kita menggaruk hidungnya yang sebenarnya tidak gatal, mungkin ada sesuatu yang disembunyikan.

Menutup mulut
Beberapa orang akan menutup mulut mereka saat berbohong. Hal ini merupakan tindakan otomatis yang lahir dari faktor psikologi sejak kecil kita sering diajari berbohong itu tidak baik. Apabila berbohong maka tangannya mencoba menutupi mulut.

Gugup
Jika seseorang yang sedang berbicara dengan lancar lalu tiba-tiba gugup, hal itu mungkin pertanda bahwa ia sedang mengalami tekanan emosi. Kalau tidak ada hal yang menjadi petunjuk bahwa ia punya masalah seperti sedih, pilu, marah dan lain-lain kemungkinan ia sedang berbohong.

Pergerakan mata
Orang yang berbohong akan mencoba meyakinkan lawan bicaranya dengan memandang tepat ke kelopak matanya. Maka, jika kedipan mata seseorang saat meyakinkan kita berkurang dari biasanya ada kemungkinan orang tersebut sedang berbohong. Sebaliknya, apabila tiba-tiba orang tersebut berkedip terlalu sering, hal ini juga merupakan suatu pertanda bahwa adanya perasaan tekanan perasaan akibat kebohongan yang ia ucapkan. Namun kedipan yang normal menunjukkan bahwa ia tidak sedang berbohong.

Bertele-tele
Orang yang sedang berbohong membutuhkan waktu jeda untuk menciptakan kebohongan. Terdiam terlalu lama, berdehem, terbatuk dapat dijadikan tanda bahwa ia sedang berbohong.

Gelisah
Orang yang sedang berbohong kerap kali menjadi gelisah dan mengubah-ubah postur tubuhnya. Apabila seseorang dalam kedaan tenang tiba-tiba menjadi gelisah dalam menghadapi suatu persoalan, ada kemungkinan ia sedang berbohong.

Demikian, tanda-tanda umum yang biasanya muncul pada orang yang sedang berbohong. Jadi, kalau kita ingin tahu apakah kita sedang di bohongi atau tidak, kita harus memperhatikan mimik dan gerak tubuh. Jika lain dari biasanya, ada kemungkinan ia sedang berbohong.

Read Users' Comments (1)komentar

Pentingkah berperilaku sopan??

Manusia adalah mahluk sosial. Seorang manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungan dan norma-norma sosial agar dapat masuk dan diterima oleh masyarakat dalam lingkungannya.
Kesopanan di setiap belahan dunia manapun memiliki parameter yang berbeda.
Negara kita yaitu Indonesia masih menganut adat ketimuran dimana dalam berinteraksi baik antar individu maupun sosial sangat memperhatikan nilai-nilai sosial termasuk adat kesopanan. Namun demikian di era masa kini agaknya banyak orang di Indonesia yang terkontaminasi adat barat baik dalam segi perilaku maupun penampilan, yang nilai kesopanannya bertolak belakang dengan adat ketimuran.

Jika ada pertanyaan “pentingkah berperilaku sopan?”
Maka menurut saya jawabannya adalah sangat penting. Sopan menurut saya tidak harus bersikap kaku namun saat kita bersikap sopan disini kita harus tahu bagaimana bersikap dan menempatkan diri di berbagai situasi, tidak menyimpang dari norma sosial. Bagaimanapun juga seperti yang telah saya katakana sebelumnya, untuk dapat diterima oleh lingkungan sosial kita harus mengikuti semua aturan yang ada di lingkungan kita. Baik orang Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan sebagainya masing-masing tempat tentunya memiliki aturan dlm hal ini khususnya adat kesopanan. Misalnya saja, orang Jawa bilang jika sedang berbicara tidak boleh keras-keras/dengan nada yang tinggi karena kurang sopan, namun lain hal dengan orang Batak biasanya mereka berbicara dengan nada tinggi dengan semua orang tapi hal itu tetap dinilai sopan. Setiap daerah memiliki perbedaan nilai kesopanan. Jika hidup di kota yang heterogen dengan bermacam-macam manusia dari berbagai daerah seperti di Jakarta nilai kesopanan berbaur menjadi satu namun lebih ditekankan kesopanan dalam hal-hal yang umum sepert sopan dalam berbicara, sopan dalam berpakaian atau sopan dalam bertingkah laku.

Semua orang baik tua maupun muda harus memiliki sikap sopan santun. Dalam banyak situasi perilaku sopan santun sangat bermanfaat. Dengan bertingkah laku sopan santun saat membawakan diri dalam berhubungan dengan orang lain seseorang akan menilai kita positif. Seperti ”Hallo effect” seseorang akan dinilai baik jika awalnya memberi kesan yang baik. Sikap sopan santun dapat tumbuh dalam pribadi tiap individu namun hal tersebut tergantung pada pola asuh dan pengaruh lingkungan.

Kapan & dimana serta contohnya :
Sopan santun sebaiknya dilakukan di mana saja dan kapan saja kita berinteraksi dengan oranglain. Saat berbicara misalnya, anak muda harus bisa membedakan bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan teman sebayanya. Saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebaiknya menggunakan kata-kata yang baik, memanggil dengan kata sandang kakak/bapak/ibu/mas/mbak/teteh dan sebagainya selain itu perhatikan sikap yang hormat tetapi bukan berarti harus menjilat. Lain hal saat berbicara dengan teman sebaya atau yang lebih muda, buakn berarti bicara seenaknya tanpa rasa hormat tetapi gunakan bahasa yang baik tidak kaku tetapi tidak kasar pula.

Dalam segi pakaian juga akan menunjukkan kesopan santunan namun harus diperhatikan settingnya. Cara mudah menunjukkan kesopanan berpakaian paling tidak pakaian yang di kenakan tidak harus mahal tetapi rapi, bersih dan tidak bau. Karena bagaimanapun juga orang akan menilai kita awalnya dari tampilan luar. Tidak ada seorangpun yang menilai langsung dalamnya. Istilah ”Dont judge a book by its cover” bagi saya sepertinya munafik jika orang berkata itu namun kenyataanya pasti melihat orang dari tampilan awalnya. Seseorang ingin dilihat apa adanya namun ketika penampilannya dikomentari buruk dan akhirnya harga dirinya merasa di rendahkan lalu emosinya naik. Menurut saya orang yang tidak bisa menampilkan yang baik mungkin ia tidak menghornati dirinya sendiri. Terlepas dia tampan, cantik, atau buruk rupa sekalipun, banyak cara untuk memanipulasi penampilan bisa dengan pakaian yang rapi bisa dengan dandanan yang baik, walaupun kendalanya factor ekonomi. Gaya berpakaian yang sopan tidak harus terlihat selalu formal, yang terpenting kita tahu sedang di mana dan harus sesuai dengan pakaian kita. Atau bisa dibilang jangan sampai kita salah kostum. Dengan berpakaian sopan orang pun akan menilai kita baik.

Saat kita berperilaku sopan dan santun kita tidak boleh membeda-bedakan orang baik miskin atau kaya, muda atau tua semua harus di hormati. Contoh dalam kehidupan sehari-hari perilaku sopan santun, misalnya kita bersikap ramah dengan semua orang dapat mengontrol diri dan perasaan ketika berinteraksi dengan oranglain. Memiliki self management yang baik. Memberi senyum atau menyapa saat bertemu orang di jalan. Bersimpati dan mau membantu jika melihat orang sekitarnya kesusahan. Sikap sopan santun dapat ditunjukkan dengan mampu bersikap baik, sadar akan lingkungan, namun bersikap sewajarnya tanpa dibuat-buat.

Dengan demikian perilaku sopan dan santun sangat penting bagi kita semua. Sopan bukan berarti selalu terlihat formal dan kaku namun yang paling penting kita tahu dan mampu menyesuaikan penampilan,diri,dan perilaku dimanapun kita berada. Bersikap sopan dan santun tidak ada ruginya bahkan sangat menguntungkan. Orang yang berperilaku sopan biasanya mudah membaur dengan lingkungan dan pastinya ia dapat diterima oleh lingkungannya.

Read Users' Comments (0)

Pentingkah berperilaku sopan??

Manusia adalah mahluk sosial. Seorang manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungan dan norma-norma sosial agar dapat masuk dan diterima oleh masyarakat dalam lingkungannya.
Kesopanan di setiap belahan dunia manapun memiliki parameter yang berbeda.
Negara kita yaitu Indonesia masih menganut adat ketimuran dimana dalam berinteraksi baik antar individu maupun sosial sangat memperhatikan nilai-nilai sosial termasuk adat kesopanan. Namun demikian di era masa kini agaknya banyak orang di Indonesia yang terkontaminasi adat barat baik dalam segi perilaku maupun penampilan, yang nilai kesopanannya bertolak belakang dengan adat ketimuran.

Jika ada pertanyaan “pentingkah berperilaku sopan?”
Maka menurut saya jawabannya adalah sangat penting. Sopan menurut saya tidak harus bersikap kaku namun saat kita bersikap sopan disini kita harus tahu bagaimana bersikap dan menempatkan diri di berbagai situasi, tidak menyimpang dari norma sosial. Bagaimanapun juga seperti yang telah saya katakana sebelumnya, untuk dapat diterima oleh lingkungan sosial kita harus mengikuti semua aturan yang ada di lingkungan kita. Baik orang Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan sebagainya masing-masing tempat tentunya memiliki aturan dlm hal ini khususnya adat kesopanan. Misalnya saja, orang Jawa bilang jika sedang berbicara tidak boleh keras-keras/dengan nada yang tinggi karena kurang sopan, namun lain hal dengan orang Batak biasanya mereka berbicara dengan nada tinggi dengan semua orang tapi hal itu tetap dinilai sopan. Setiap daerah memiliki perbedaan nilai kesopanan. Jika hidup di kota yang heterogen dengan bermacam-macam manusia dari berbagai daerah seperti di Jakarta nilai kesopanan berbaur menjadi satu namun lebih ditekankan kesopanan dalam hal-hal yang umum sepert sopan dalam berbicara, sopan dalam berpakaian atau sopan dalam bertingkah laku.

Semua orang baik tua maupun muda harus memiliki sikap sopan santun. Dalam banyak situasi perilaku sopan santun sangat bermanfaat. Dengan bertingkah laku sopan santun saat membawakan diri dalam berhubungan dengan orang lain seseorang akan menilai kita positif. Seperti ”Hallo effect” seseorang akan dinilai baik jika awalnya memberi kesan yang baik. Sikap sopan santun dapat tumbuh dalam pribadi tiap individu namun hal tersebut tergantung pada pola asuh dan pengaruh lingkungan.

Kapan & dimana serta contohnya :
Sopan santun sebaiknya dilakukan di mana saja dan kapan saja kita berinteraksi dengan oranglain. Saat berbicara misalnya, anak muda harus bisa membedakan bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan teman sebayanya. Saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebaiknya menggunakan kata-kata yang baik, memanggil dengan kata sandang kakak/bapak/ibu/mas/mbak/teteh dan sebagainya selain itu perhatikan sikap yang hormat tetapi bukan berarti harus menjilat. Lain hal saat berbicara dengan teman sebaya atau yang lebih muda, buakn berarti bicara seenaknya tanpa rasa hormat tetapi gunakan bahasa yang baik tidak kaku tetapi tidak kasar pula.

Dalam segi pakaian juga akan menunjukkan kesopan santunan namun harus diperhatikan settingnya. Cara mudah menunjukkan kesopanan berpakaian paling tidak pakaian yang di kenakan tidak harus mahal tetapi rapi, bersih dan tidak bau. Karena bagaimanapun juga orang akan menilai kita awalnya dari tampilan luar. Tidak ada seorangpun yang menilai langsung dalamnya. Istilah ”Dont judge a book by its cover” bagi saya sepertinya munafik jika orang berkata itu namun kenyataanya pasti melihat orang dari tampilan awalnya. Seseorang ingin dilihat apa adanya namun ketika penampilannya dikomentari buruk dan akhirnya harga dirinya merasa di rendahkan lalu emosinya naik. Menurut saya orang yang tidak bisa menampilkan yang baik mungkin ia tidak menghornati dirinya sendiri. Terlepas dia tampan, cantik, atau buruk rupa sekalipun, banyak cara untuk memanipulasi penampilan bisa dengan pakaian yang rapi bisa dengan dandanan yang baik, walaupun kendalanya factor ekonomi. Gaya berpakaian yang sopan tidak harus terlihat selalu formal, yang terpenting kita tahu sedang di mana dan harus sesuai dengan pakaian kita. Atau bisa dibilang jangan sampai kita salah kostum. Dengan berpakaian sopan orang pun akan menilai kita baik.

Saat kita berperilaku sopan dan santun kita tidak boleh membeda-bedakan orang baik miskin atau kaya, muda atau tua semua harus di hormati. Contoh dalam kehidupan sehari-hari perilaku sopan santun, misalnya kita bersikap ramah dengan semua orang dapat mengontrol diri dan perasaan ketika berinteraksi dengan oranglain. Memiliki self management yang baik. Memberi senyum atau menyapa saat bertemu orang di jalan. Bersimpati dan mau membantu jika melihat orang sekitarnya kesusahan. Sikap sopan santun dapat ditunjukkan dengan mampu bersikap baik, sadar akan lingkungan, namun bersikap sewajarnya tanpa dibuat-buat.

Dengan demikian perilaku sopan dan santun sangat penting bagi kita semua. Sopan bukan berarti selalu terlihat formal dan kaku namun yang paling penting kita tahu dan mampu menyesuaikan penampilan,diri,dan perilaku dimanapun kita berada. Bersikap sopan dan santun tidak ada ruginya bahkan sangat menguntungkan. Orang yang berperilaku sopan biasanya mudah membaur dengan lingkungan dan pastinya ia dapat diterima oleh lingkungannya.

Read Users' Comments (0)

Pentingkah berperilaku sopan??

Manusia adalah mahluk sosial. Seorang manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungan dan norma-norma sosial agar dapat masuk dan diterima oleh masyarakat dalam lingkungannya.
Kesopanan di setiap belahan dunia manapun memiliki parameter yang berbeda.
Negara kita yaitu Indonesia masih menganut adat ketimuran dimana dalam berinteraksi baik antar individu maupun sosial sangat memperhatikan nilai-nilai sosial termasuk adat kesopanan. Namun demikian di era masa kini agaknya banyak orang di Indonesia yang terkontaminasi adat barat baik dalam segi perilaku maupun penampilan, yang nilai kesopanannya bertolak belakang dengan adat ketimuran.

Jika ada pertanyaan “pentingkah berperilaku sopan?”
Maka menurut saya jawabannya adalah sangat penting. Sopan menurut saya tidak harus bersikap kaku namun saat kita bersikap sopan disini kita harus tahu bagaimana bersikap dan menempatkan diri di berbagai situasi, tidak menyimpang dari norma sosial. Bagaimanapun juga seperti yang telah saya katakana sebelumnya, untuk dapat diterima oleh lingkungan sosial kita harus mengikuti semua aturan yang ada di lingkungan kita. Baik orang Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan sebagainya masing-masing tempat tentunya memiliki aturan dlm hal ini khususnya adat kesopanan. Misalnya saja, orang Jawa bilang jika sedang berbicara tidak boleh keras-keras/dengan nada yang tinggi karena kurang sopan, namun lain hal dengan orang Batak biasanya mereka berbicara dengan nada tinggi dengan semua orang tapi hal itu tetap dinilai sopan. Setiap daerah memiliki perbedaan nilai kesopanan. Jika hidup di kota yang heterogen dengan bermacam-macam manusia dari berbagai daerah seperti di Jakarta nilai kesopanan berbaur menjadi satu namun lebih ditekankan kesopanan dalam hal-hal yang umum sepert sopan dalam berbicara, sopan dalam berpakaian atau sopan dalam bertingkah laku.

Semua orang baik tua maupun muda harus memiliki sikap sopan santun. Dalam banyak situasi perilaku sopan santun sangat bermanfaat. Dengan bertingkah laku sopan santun saat membawakan diri dalam berhubungan dengan orang lain seseorang akan menilai kita positif. Seperti ”Hallo effect” seseorang akan dinilai baik jika awalnya memberi kesan yang baik. Sikap sopan santun dapat tumbuh dalam pribadi tiap individu namun hal tersebut tergantung pada pola asuh dan pengaruh lingkungan.

Kapan & dimana serta contohnya :
Sopan santun sebaiknya dilakukan di mana saja dan kapan saja kita berinteraksi dengan oranglain. Saat berbicara misalnya, anak muda harus bisa membedakan bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan teman sebayanya. Saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebaiknya menggunakan kata-kata yang baik, memanggil dengan kata sandang kakak/bapak/ibu/mas/mbak/teteh dan sebagainya selain itu perhatikan sikap yang hormat tetapi bukan berarti harus menjilat. Lain hal saat berbicara dengan teman sebaya atau yang lebih muda, buakn berarti bicara seenaknya tanpa rasa hormat tetapi gunakan bahasa yang baik tidak kaku tetapi tidak kasar pula.

Dalam segi pakaian juga akan menunjukkan kesopan santunan namun harus diperhatikan settingnya. Cara mudah menunjukkan kesopanan berpakaian paling tidak pakaian yang di kenakan tidak harus mahal tetapi rapi, bersih dan tidak bau. Karena bagaimanapun juga orang akan menilai kita awalnya dari tampilan luar. Tidak ada seorangpun yang menilai langsung dalamnya. Istilah ”Dont judge a book by its cover” bagi saya sepertinya munafik jika orang berkata itu namun kenyataanya pasti melihat orang dari tampilan awalnya. Seseorang ingin dilihat apa adanya namun ketika penampilannya dikomentari buruk dan akhirnya harga dirinya merasa di rendahkan lalu emosinya naik. Menurut saya orang yang tidak bisa menampilkan yang baik mungkin ia tidak menghornati dirinya sendiri. Terlepas dia tampan, cantik, atau buruk rupa sekalipun, banyak cara untuk memanipulasi penampilan bisa dengan pakaian yang rapi bisa dengan dandanan yang baik, walaupun kendalanya factor ekonomi. Gaya berpakaian yang sopan tidak harus terlihat selalu formal, yang terpenting kita tahu sedang di mana dan harus sesuai dengan pakaian kita. Atau bisa dibilang jangan sampai kita salah kostum. Dengan berpakaian sopan orang pun akan menilai kita baik.

Saat kita berperilaku sopan dan santun kita tidak boleh membeda-bedakan orang baik miskin atau kaya, muda atau tua semua harus di hormati. Contoh dalam kehidupan sehari-hari perilaku sopan santun, misalnya kita bersikap ramah dengan semua orang dapat mengontrol diri dan perasaan ketika berinteraksi dengan oranglain. Memiliki self management yang baik. Memberi senyum atau menyapa saat bertemu orang di jalan. Bersimpati dan mau membantu jika melihat orang sekitarnya kesusahan. Sikap sopan santun dapat ditunjukkan dengan mampu bersikap baik, sadar akan lingkungan, namun bersikap sewajarnya tanpa dibuat-buat.

Dengan demikian perilaku sopan dan santun sangat penting bagi kita semua. Sopan bukan berarti selalu terlihat formal dan kaku namun yang paling penting kita tahu dan mampu menyesuaikan penampilan,diri,dan perilaku dimanapun kita berada. Bersikap sopan dan santun tidak ada ruginya bahkan sangat menguntungkan. Orang yang berperilaku sopan biasanya mudah membaur dengan lingkungan dan pastinya ia dapat diterima oleh lingkungannya.

Read Users' Comments (0)

Ingin Jadi Peramal Bergurulah ke Orang Tengger Joyoboyo adalah salah satu contohnya.

Keunikan Gunung Bromo tak sekedar terletak pada keelokan panorama alamnya. Lebih dari itu, ia juga memiliki keunikan kehidupan sosial budaya masyarakat yang mendiami kawasan tersebut.

Asal mula suku Tengger juga unik. Nenek moyang mereka awalnya bermukim di pantai-pantai yang sekarang ini bernama Pasuruan dan Purbolinggo. Bukti itu ditunjukkan dengan adanya patung-patung pemujaan terhadap Brahmana di kawasan pantai tersebut.


Pada tahun 1426 terjadi pergolakan politik yang seru. Ketika itu ajaran islam mulai merasuk di berbagai khawasan pantai di Pulau Jawa.


Merekapun terdesak, mereka memilih untuk mengungsi di tempat aman yang jauh dari jangkauan khalayak ramai.

Di perguruan Tengger itulah mereka menemukan tempat yang pas. Disitulah mereka membentuk komunitas yang sampai saat ini dikenal sebagai orang Tengger. Pemukiman yang tak jauh dari Gunung Bromo itulah mereka merasa aman. Ya, Gunung Bromo seolah menyelamatkan mereka dari pelarian panjang.


Bagi umat Hindu, Gunung Bromo diakui sebagai Gunung suci. Secara harfiah, Bromo berasal dari bahasa sansekerta atau jawa kuno, yakni Brahma. Seperti diketahui, bahwa Brahma adalah seorang Dewa utama Hindu.

Karena itulah, suku Tengger yang di sekitar Bromo setiap tahun menggelar upacara Yadnya Kasada atau Kasodo waktunya saat bulan purnama sekitar tanggal 14/15 pada bulan ke-10 menurut penanggalan Jawa.


Sejarah mencatat, pada abad ke-16 mereka kedatangan pelarian seorang tokoh pemeluk agama Hindu Parsi yang berasal dari Iran. Tokoh gama ini cukup berpengaruh. Buktinya, masyarakat Tengger yang tadinya beragama Brahma beralih ke Hindu Parsi.


Mereka percaya, Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang sebagai pengendali dari ke empat unsir utama, yakni Api, Air, Udara, dan Tanah. Kepercayaan inilah yang membuat mereka di kenal menguasai banyak ilmu.


Dalam buku tua The Javaancshe Geestenwereld karya Van Hien, seorang ahli Jawa berkebangsaan Belanda, diungkap menenai kebiasaan mistis, dan kepercayaan orang-orang Jawa yang tinggal di pedalaman, termasuk orang tengger pada tahun 1900-an. Salah satu diantaranya adalah kepiawaian mereka dalam meramal alam semesta.


Sayangnya, banyak dari kita yang tidak tahu terhadap kemampuan mereka. Menurut RP. Suyono, penulis buku “Mistisisme Tengger” tahun 2009, ilmu ramal mereka merupakan warisan dari nenek moyangnya sejak jaman majapahit.


“Lihat saja ramalan yang dilakukan oleh Prabu Joyoboyo, kini terbukti. Metode ramalan orang jawa dahulu atau tengger sekarang adalah menebak langsung ke intinya, “ ujar Suyono. Jadi, kalau anda ingin menjadi peramal, tak ada salahnya kalau berguru ke Tengger.



Sumber : Koran Jakarta edisi Minggu 1 November 2009 halaman 20

Oleh B Siswo

Read Users' Comments (0)